Aku dan Ayah


aku anak ayah yang paling bangga menjadi anak ayah
walau tubuhku tidak tinggi besar sepertinya
walau hidungku tak mewarisi hidung mancungnya
walau aku tak selembut dia
walau aku tak sesabar dia
walau aku tak sepintar dia
aku hanya mewarisi golongan darahnya
aku hanya mewarisi kecintaannya pada kucing-kucing, yang selalu dipeluk dan diciuminya
aku hanya mewarisi kesukaannya pada kamera, dan selalu ingin difoto
aku hanya mewarisi kegemarannya pada makanan bernama pisang goreng dan kacang
tak ada ayah seperti ayah dalam hidupku
kadang berlaku dingin
sering pula bersikap hangat
ayah hampir selalu pulang membawakan aku kejutan
walau aku tidak pernah meminta
ia tahu aku selalu menyambutnya dengan senyum yang sebenarnya
aku: anak ayah yang paling bangga dengannya

0 komentar:

Poskan Komentar