stagnant

langit, bumi, udara, angin, laut biru..
mungkin punya semburat baru dari sekedar geliat tahun lalu
dan langitku, bumiku, udaraku, anginku, laut biruku..
semua yang terjamah oleh rasaku
tertawa sama
merutuk sama
menangis sama

tak lebih sedap dari setengah masa yang berlalu
bahkan makin kian tambah keruh
seperti alamku diaduk oleh bencana
petaka...dosa...durhaka...
ya, ya, ya,
terngiang gaduh di telinga
tanganku coba menepis tamparan kata
tapi sudah kena!
plak!!!!
otakku berhamburan
kusut, tercecer dalam dilema
"SAMA"
aliran konservatif meraja
aku tertekuk

0 komentar:

Poskan Komentar