Pemilu presidenku

Bisa ku rasakan air ludah yg muncrat di layar televisi
menempel berhari-hari
bahkan makin menebal saja
sementara telinga mendadak bisa berbicara
bosan..bosan..,katanya

rentetan kalimat yg terucap berjuta-juta
berkali-kali disiarkan dalam berita
sedang 0tak masih mencoba percaya
akan janji yg dirasukkan ke hati rakyat melarat
sem0ga bukan hanya mimpi belaka,bisiknya
beberapa waktu kemudian,
aku sadar layar televisiku makin buram
aku termenung, merenung,
karena aku juga punya pengharapan seperti mereka
tapi aku ragu,
apa aku bisa ikut menjadi algoj0 di juli nanti?

0 komentar:

Poskan Komentar