sakaw

wajah-wajah penuh cadas
merongrong dengan sisa nafas yang terkuras
geliat pagi kekeringan
di balik lipatan daun busuk
meliuk lambai dan hangat
tapi embun itu beku
peti mati teronggok
tergembok kata kecewa
lalu...

jika indera tidak untuk merasa
mungkin takkan ada rasa
biar sepi bercinta dalam sunyi
biar bising larut dan teriak
menanti saja pada potongan senja
kesadaran dipaksa terus terjaga
ada yang masih meringkuk di kolong langit
di dasar bumi yang keriput dan pikun
beralas desah susah yang terus meracau
mengacak-acak tatanan
aliran darah kian nian menghitam
terhempas di lorong jalan berdebu
pekat...
dan air mata yang luruh
tak lagi sebening raut pagi
kotor muak muntah
berkerak di sisi jiwa yang kemarau
sampai segenap mata yang telah melebar
sampai jemari yang terulur panjang
hanya sampai pada kematian rasa
lalu muncul tawa-tawa asing
mencemooh yang ceroboh

1 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

cerita pecandu narkoba ya ini...

Poskan Komentar