sepenggal kenormalan

Aku tak ingat bagaimana aku dilahirkan
sepertinya tiba-tiba saja aku menjadi tua
tapi selalu aku merasa tak ada yang berubah dari waktu ke waktu
aku hanya menjelma tua
dengan rangkaian lilin yang menemani setiap tahun
seolah lilin-lilin itu bersiap melumatku
habis!!!!

sepertinya aku masih seperti sepuluh tahun lalu
saat aku dianggap pantas untuk dimaki dan dicaci
mulutku seperti disumpal tak boleh komentar
tak ada pembelaan
hanya rasa kasihan
saat itu aku diam, lalu diam-diam menangis
entah di kamar atau di sudut-sudut gudang
lalu kembali bertampang seolah tak ada apa-apa
sepenggal kenormalan, waktu itu

Aku tak ingat bagaimana waktu merubahku menjadi dingin, hampir-hampir beku
saat aku bersiap menutup telinga untuk setiap kata-kata yang terlontar
saat aku bersumpah untuk tak pernah meneteskan air mata
hanya karena hal-hal yang sakit....
Aku tak ingat bagaimana aku dengan enteng menebar duri pada si pesakitan
pada raga-raga, jiwa-jiwa yang ganjil
dan aku tak pernah merasa bersalah
karena dibelakang menyisakan kepuasan
sepenggal kenormalan bagiku, sekarang



0 komentar:

Poskan Komentar