Halaman

Pernikahan Sahabat Lama



Sosok itu langsung membayang di memori otakku begitu aku membuka undangan pernikahannya, pernikahan Hida, sahabat terbaikku semasa SMA. Dialah yang dulu setia menyediakan pundaknya untuk kubersandar, pun jemarinya selalu jadi yang pertama menghapus tiap bulir airmataku.
Kini sudah sepuluh tahun berlalu sejak berakhirnya masa SMA yang sekaligus memisahkan kami. Ya, waktu itu Hida memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Sempat tiga kali berkirim surat, setelah itu dia tak pernah mengabariku lagi.
Hari ini, di hari pernikahannya, Hida membuatku terkejut. Bukan karena sosoknya yang kian cantik dan dewasa, tapi karena lelaki yang jadi mempelainya adalah Ardi, mantan pacarku sewaktu SMA. Aku tak menyangka jika nama ‘Ardi’ dalam undangan itu adalah Ardi mantan pacarku.
“Kami baru setengah tahun jadian,” bisiknya. “Aku tak tahu bagaimana harus memberitahumu selain lewat undangan ini.”
Aku tertawa, “Takdir telah mempertemukan kalian untuk jadi sepasang kekasih. Dan bagiku, menemukan kembali sahabatku adalah takdir paling indah.”

Jalan Indah ke Sekolah


Menurut pengamatan kacamata kuda tetangga saya, rata-rata sekolah-sekolah, terutama sekolah menengah, menempati lokasi yang cukup strategis. Paling enggak ya di pinggir jalan raya lah. Kalo pun rada nyungsep ke dalam gang, biasanya juga gak nyungsep-nyungsep amat. Dan yang penting, jalan menuju sekolah biasanya mulus jaya..... Betul???
Nah, kali ini saya mau pamer jalan menuju sekolah saya aja ya... Semulus sekolah-sekolah di luar sana gak sih?
My Junior and Senior High School
Dulu (taon 1998-2004) saya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA) yang bernaung dalam satu yayasan berbasis Pondok Pesantren di Pati. Selama enam tahun itu saya tinggal ama nenek saya karena rumah beliau emang lebih dekat dari sekolah. Pokoknya tinggal jalan kaki 200 meteran aja,, nyampe deh...
Jalan menuju sekolah sebenarnya bagus-bagus aja sih... mulus tanpa seupil jerawat! (hyaaah, emang muka saya????). Tapi karena di jalan yang bagus itu sering ada kuntilanak jahat berjenis kelamin cowok yang selalu ngata-ngatain saya dengan julukan ‘Si Cempluk’ (gara-gara bodi saya ceper dan endut banget...ato emang thu orang naksir mampus ama saya... #Ngooookkkk), saya jadi lebih milih jalan alternatif. Jalan alternatif itu emang kayak hutan en becek kalo pas ujan... But yeah, saya pikir lebih baik nyungsep-nyungsep hutan daripada tiap hari perang mulu ama tu kunti. Makan ati jadinyaaa...

SMS (Pacar Palsu)


Kata teman-teman kosku, aku sangat beruntung punya pacar super romantis yang selalu mengirimiku SMS mesra dan berlusin puisi cinta.
Aku dan pacarku menjalin Long Distance Relationship alias pacaran jarak jauh. Tapi kata mereka, itu tak apa. Yang penting pacarku perhatian. Gak seperti pacar-pacar mereka yang katanya cuek bebek.
Mereka bilang sangat iri padaku...
Mereka juga ingin diperhatikan siang malam seperti apa yang dilakukan pacarku padaku...
Dan seperti biasanya, saat malam merambat pelan, jemariku mulai asyik menjamah keypad HP, “Selamat tidur Honey... Temui aku di mimpi yach... Emmmuah”
‘Pesan terkirim’
Sedetik kemudian, Hpku yang satunya berbunyi. Sebuah SMS.
Pengirim  : Andri
Nomor      : Nomor Hpku sendiri.
Ya, SMS rutin dari pacarku; pacar palsu. SMS yang kutulis dan kukirim untuk diriku sendiri... SMS yang membuat mereka sangat iri padaku.

Fiksi Mini

Ada yang hobi baca fiksi mini karangan saya yang beberapa kali pernah saya posting di blog? Yang sering mampir ke blog ini pasti tahu donk.... #ih, saya pede amat ya...
Pertanyaan selanjutnya... kalian pada suka gak ama fiksi mini saya??? Heeeehhhh, Hayo bilang suka!!! Kalo gak, saya bakalan ngambek tujuh turunan!!! *sambil pegang celurit*.
#maaf penyakit ayan saya barusan kambuh.
Kali ini saya bukan mo posting about fiksi mini kayak biasa-biasanya, but saya mo cerita about fiksi mini itu sendiri.
Apa sih fiksi mini???? Hmmm, sebenernya saya juga gak ngerti seberapa pendekkah batasan suatu cerita hingga bisa dikategorikan ‘mini’.
Pertama kali saya kenal istilah fiksi mini justru dari Twitter. Mungkin ada di antara kawan blogger yang follow akun @fiksimini??? Akun @fiksimini di Twitter memuat cerita-cerita yang sangat teramat pendek. Gak lebih dari 140 karakter, guys!!! Wooo, bisa bayangin gak sih nulis sebuah cerita hanya dalam 140 karakter???