spasi

Tubuh
selalu padati ruang
bangsal-bangsal sesak
mengambil tempat di antara jeda
spasi yang tersisa
lalu terkantuk oleh guncangan
kena terik
pun tak bisa tepis rintik
jengah, tapi betah

tubuh
menit-menit terakhir ini
mengayun sendiri
tak terbuai lubang jalan maupun tikungan
sudut demi sudut yang ku hapal
meski...
ada spasi lain yang ku tempati
namun beda
kini masih kosong
berjalan dengan roda-roda gelap berdebu
terlihat,
spasi untukku masih kosong

stagnant

langit, bumi, udara, angin, laut biru..
mungkin punya semburat baru dari sekedar geliat tahun lalu
dan langitku, bumiku, udaraku, anginku, laut biruku..
semua yang terjamah oleh rasaku
tertawa sama
merutuk sama
menangis sama

tak lebih sedap dari setengah masa yang berlalu
bahkan makin kian tambah keruh
seperti alamku diaduk oleh bencana
petaka...dosa...durhaka...
ya, ya, ya,
terngiang gaduh di telinga
tanganku coba menepis tamparan kata
tapi sudah kena!
plak!!!!
otakku berhamburan
kusut, tercecer dalam dilema
"SAMA"
aliran konservatif meraja
aku tertekuk

Ambivert

Di pusaran ini aku tertawa
di lingkaran itu aku terdiam
di balik dinding tebal aku seperti kehilangan akal
di dalam ruang k0s0ng,benda-benda mati mengenaliku

di lingkaran ini aku menggila
menyebarkan misi tawa
berceloteh menebar busa-busa
di pusaran ini jua aku mematung
menyematkan setiap rahasia..sendiri..
Sama seperti di lingkaran itu
lalu aku kembali ke dinding tebal yg memahamiku
dan benda2 mati yg membaca tingkahku

Pemilu presidenku

Bisa ku rasakan air ludah yg muncrat di layar televisi
menempel berhari-hari
bahkan makin menebal saja
sementara telinga mendadak bisa berbicara
bosan..bosan..,katanya

rentetan kalimat yg terucap berjuta-juta
berkali-kali disiarkan dalam berita
sedang 0tak masih mencoba percaya
akan janji yg dirasukkan ke hati rakyat melarat
sem0ga bukan hanya mimpi belaka,bisiknya
beberapa waktu kemudian,
aku sadar layar televisiku makin buram
aku termenung, merenung,
karena aku juga punya pengharapan seperti mereka
tapi aku ragu,
apa aku bisa ikut menjadi algoj0 di juli nanti?